Sewaktu masih anak-anak, ulang tahunku selalu dirayain. Ada mama, papa, mbah, om, tante, budhe, pakdhe dan temen-temen sekolah. Ulang tahun pertamaku bener-bener meriah walaupun saat itu sebenernya aku belum begitu ngerti artinya pesta ulang tahun.
Ulang tahunku selalu rame sampe aku umur 7 tahun, dan berhenti sampai menginjak tahun ke-16, pesta itu selalu meriah. Tahun ke-16 adalah ulang tahun terakhirku bersama papa tercinta. Dan semenjak Umurku 17, sudah tak ada lagi pesta itu. Papa pergi menghadap Allah Sang Maha pencipta….
Semakin tahun bertambah aku semakin menganggap bahwa perayaan hari lahir itu tidak begitu berarti untukku.
Karena hari itu adalah hari dimana mamaku berjuang untuk untukku, membuatku menghirup udara, dan lepas dari air ketuban yang ada di kandungannya. Hari itulah hari terberat mamaku, karena seluruh tenaganya ia kerahkan hanya untuk mendengar tangisanku.
Hari itu sangat berarti untuk mama,
karena-nya aku bisa berdiri,
karena-nya aku bisa bicara,
karena-nya aku bisa berlari,
karena-nya aku bisa seperti ini…
Mulai sekarang dan selamanya, aku akan mengucapkan hari lahir itu untuk mamaku. Seharusnya mamaku yang menerima kado dariku. Bukan aku yang menerima kado darinya. I love u mom…
Thank You for your Comment